Jakarta, Selasa 9 Februari 2010. NEOnet menerima kunjungan 46 mahasiswa jurusan geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya). Kunjungan ini merupakan salah satu program ekskursi mahasiswa ITS dalam rangka mengenal instansi pemerintah yang begerak dalam bidang geomatika seperti BPPT, LAPAN, dan Bakosurtanal.

Kunjungan ke BPPT diarahkan ke PTISDA (Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alama). Mahasiswa diterima di ruang kendali NEOnet di lantai 20 gedung I BPPT. Pada kesempatan tersebut dipresentasikan tentang teknologi yang dikembang PTISDA oleh Dr. Nani Hendiarti, NEOnet oleh Agus Wibowo, dan Gempa dan Tsunami di Indonesia oleh Djoko Nugroho. Kunjungan diakhiri dengan peninjauan fasilitas NEOnet.


Jakarta, Jum’at 5 Februari 2010. Sejak awal Januari 2010 NEOnet punya kerjaan untuk mengembangkan SIJAMPANG yaitu Sistem Informasi Hujan dan Genangan. SIJAMPANG menampilkan data curah hujan dari Radar Doppler C-band yang berada di Puspiptek Serpong. Data curah hujan yang ditampilkan adalah data pada ketinggian 500 m dan 2000 m dari permukaan tanah dan data diperbarui tiap 6′. Untuk verifikasi apakah di lokasi yang dimaksud benar-benar hujan atau tidak, SIJAMPANG melibatkan beberapa kontributor untuk mengirimkan SMS kondisi hujan atau genangan di lokasi kontributor. Hasil SMS akan disajikan secara online di website SIJAMPANG. Untuk informasi lebih lanjut tentang SIJAMPANG silahkan kunjungi blog SIJAMPANG di http://sijampang.wordpress.com/.

Untuk mengakses SIJAMPANG silahkan berkunjung di alamat http://neonet.bppt.go.id/sijampang/ atau di website BPPT http://www.bppt.go.id kemudian click pada ikon SIJAMPANG.

sistem informasi bencana berbasis keruangan "Silungkang"
Apapun bencana yang melanda, Indonesia tetaplah negeri kita, tanah tumpah darah kita. Indonesia adalah negeri indah, dimana kita dan orang-orang yang kita cintai hidup bersama, sampai maut datang menjemput.

Maut.!, tidak ada yang tau dengan cara apa dia akan datang. Setelah Gempa Tasik, bencana besar di Sumatera-Barat pun menghentakkan kesadaran kita akan salah satu bentuk datangnya sang maut.

Neonet, punya tugas mulia dalam melakukan observasi kebumian di Nusantara. Tentunya dia harus berperan untuk ikut berpartisipasi memikul beban bangsa ini dengan kompetensi yang dia miliki. Dunia spasial adalah dunia yang menjadi jati diri insan di Neo-net. Setelah malalui proses berfikir dan merenung, bagaimana partisipasi kami bagi negeri, maka lahirlah sebuah sistem yang diberi nama “Silungkang”. Silungkang adalah salah satu nama daerah di Sumatera Barat, yang kami jadikan singkatan dari “Sistem Informasi peLaporan lansUNG berbasis KeruANGan”. Memang agak dipaksakan, tetapi maksud baiknya adalah agar sistem ini mudah untuk dikenang. Karena lahirnya bersamaan dengan sebuah bencana besar di ranah Minang.

Idenya sederhana. Kami ingin membuat sebuah sistem informasi yang bisa secara mudah menampung informasi pasca gempa. Informasi yang dipaparkan juga terbatas. Dia tidak membicarakan jumlah rumah yang rusak, atau berapa jumlah korban yang jatuh. Informasi yang disampaikan adalah mengenai apa yang dibutuhkan oleh penduduk yang masih hidup, agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Sampai saat ini, SMS merupakan sarana berkirim kabar yang termudah, mengingat tingkat penggunaan telepon selular memang sudah relatif cukup tinggi. Fasilitas ini sering digunakan untuk kegiatan Quick Count. Oleh karena itu, kami kemudian berinisiatif menggunakan fasilitas ini untuk mengumpulkan informasi. Para relawan dapat mengirimkan informasi kebutuhan di sebuah desa atau suatu lokasi tertentu (lat, lon), dan kemudian akan direspon oleh server dengan memberikan informasi kepada sipengirim mengenai status smsnya. Informasi ini dibatasi pada para relawan yang sudah dikenal, atau direkomendasikan oleh orang yang dikenal, sehingga kemungkinan masuknya data tidak akurat, dapat dihindari. Informasi ini, kemudian secara otomatis terpampang di dalam sebuah web interaktif berbasis keruangan.

Berbagai proses pembelajaranpun segera dilakukan. Kondisi antara rumah dan kantor menjadi semakin timpang, karena kantor pun menjadi tempat menginap sampai berhari-hari. Alhamdulillah, hasilnya pun mulai bisa dinikmati. Silungkang memang tetap saja bagaikan gading. Masih terlalu banyak hal yang perlu disempurnakan agar dia bisa menjadi aplikasi yang mampu menampung kebutuhan kita untuk menampilkan informasi secara cepat berbasis keruangan. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan. Bug hunter* juga diaktifkan agar si aplikasi memang benar-benar siap dipakai.

Dengan mengucapkan Bismillah, kami luncurkan “Silungkang (beta)” ke khalayak. Semoga bisa menjadi sedikit sumbangsih kami kepada negeri Indonesia tercinta.

Udrekh – Neonet – TISDA – TPSA – BPPT

——–
*bug hunter : teman-teman yang bertugas mencari kesasalah di dalam sistem ini.

Assalamu’allaikum,

Turut berduka cita atas korban-korban meniggal dan luka-luka akibat gempa bumi kemarin.

Merilis Info dari BMKG:
Mag 7.3SR tanggal 2 Sept 2009 jam 14.55.00 WIB, lokasi 142km baratdaya Tasikmalaya, kedalaman 30km.

Apa dampaknya terhadap gedung BPPT (dan umumnya gedung2 tinggi di Jakarta?).  Mag 7.3SR adalah kekuatan gempa di pusat gempa seperti rilis berita dari BMKG. Umumnya, gempa yang dirasakan oleh kita dinyatakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) dalam skala I (not felt) hingga skala X (extreme). Skala MMI juga ada kaitannya dengan akselerasi tanah yang terjadi akibat gempa. Sumber USGS menyatakan bahwa untuk daerah-daerah berikut:

MMI IV (‘light’ shaking): jakarta dskt, Banyumas, Tegal, Cilacap
MMI V (moderate shaking): Bandung dskt, Purwakarta
MMI VI (strong shaking): banjar, Pameungpeuk, Soreang,…

Bagaimana dengan kekuatan gedung BPPT? Informasi yang saya terima dari ’designer Gedung’ bahwa umumnya gedung2 di Jakarta harus tahan gempa dgn batas ground acceleration 15%g (15% x 9.81 m2/s) atau identik dengan MMI
skala VI (mohon koreksi kalau saya salah).

Untungnya gempa kemarin yang terasa di Jakarta masih dalam MMI skala IV, dengan peak ground acceleration 1.4-3.9 %g … masih cukup jauh dibawah ambang batas keamanan kekuatan struktur…. (mungkin ahli struktur di BPPT dapat memberikan masukan/koreksi mengenai hal ini) andaikata gedung2 kita berada di sekitar Tasikmalaya atau Pameungpeuk mungkin ceritanya lain….mudah2an ini tidak terjadi.

Demikian sedikit masukan mengenai gempa kemarin… mohon kiranya para pakar kebumian dan struktur dapat memberikan penjelasan tambahan ataupun koreksi dari tulisan diatas. Terima kasih.

wassalam,
Wahyu Pandoe – Balai Teknologi Survey Kelautan – BPPT

lokasi_gempa_tasik20090902

Kembali Indonesia diguncang gempa 7,3 SR (BMKG) tanggal 2 September 2009, jam 14.55, yang berpusat di barat daya Tasikmalaya atau tepatnya pada 8.24 LS – 107.32 BT. Pusat gempa yang terjadi di selatan Pulau Jawa ini telah meluluhlantakan beberapa kota di sekitar Tasikmalaya , Cianjur, dan Ciamis-Banjar, serta beberapa kota lainnya di Jawa Barat.

Seperti biasa yang telah di jelaskan oleh para pakar kegempaan bahwa fenomena alam ini merupakan pelepasan energy sebagai proses kesetimbangan alam, akibat adanya tekanan dari tumbukan Lempeng Samudera Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. Namun kemudian dengan gempa susulan yang terjadi setelah gempa pertama 7,3 SR pada kedalaman 30 km, yang disusul oleh 2 gempa susulan dengan selang 1 jam (lihat table di bawah), diduga terjadinya sobekan baru yang berarah relative Utara Baratlaut (UBL) – Selatan Tenggara (ST), pada lapisan batuan di cekungan busur depan, system Busur Kepulauan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, yang berarah relative Utara Baratlaut (UBL) – Selatan Tenggara (ST).

mag_gempa_tasik20090902

Sumber : BMKG

Bila hipotesa tersebut memang betul adanya, maka tidak menutup kemungkinan bahwa sobekan tersebut telah menyebabkan pergeseran bidang sesar baru ke sampai permukaan, hanya berupa sesar mendatar, mengingat sampai sejauh ini tidak menyebabkan tsunami.
Kembali bahwa Bumi Nusantara, khususnya busur kepulauan Indonesia ini tidak akan terlepas dari bencana gempa.

Oleh : Djoko Nugroho (ahli geologi/peneliti di Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk Nusantara Earth Observation Network (NEOnet)

Kamis, 28 Mei 2009 | 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis berhasil menemukan gunung api raksasa di bawah perairan barat Sumatera. Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dan berada 330 km arah barat Kota Bengkulu.

Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.

“Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua,” kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).
Read the rest of this entry »

JAKARTA — Sepanjang 9 sampai 27 Mei lalu, kapal survei milik perusahaan raksasa minyak CGGVeritas bergerak di perairan laut di sebelah barat Sumatera, tepatnya sekitar Kepulauan Mentawai. Geowave Champion–nama kapal itu–seperti biasa menceburkan gunshot dan mengulur kawat streamer dari buritannya kalau ingin mencari sumber cadangan minyak baru.

Yang tidak biasa, streamer itu terus terulur hingga 15 kilometer. Ini terlalu panjang untuk survei mencari sumber-sumber minyak atau gas bumi yang cukup dengan streamer sampai 3 kilometer. Streamer yang terulur sampai 15 kilometer ini luar biasa panjang.

Mengitari Pulau Siberut, Sipora, dan Pagai, menyeberangi palung, dan berbelok sedikit ke investigator ridge di Samudera Hindia, kapal terus bergerak dari Padang dan kembali ke Padang sejauh 170 kilometer. Sepanjang perjalanan itu pula kapal-kapal nelayan dan rumpon kandang ikan dihalaunya demi streamer 15 kilometer seharga US$ 1 juta (lebih dari Rp 10 miliar) per kilometer itu jangan sampai ada yang rusak apalagi hilang gara-gara tersangkut. “Bagian ini sendiri sudah menjadi pekerjaan yang kompleks,” kata Satish Singh dari Institut Geofisika Paris.
Read the rest of this entry »

Mapfile merupakan jantung MapServer yang menunjukkan lokasi data spasial dan cara menampilkan data tersebut.

Cara cepat membuat mapfile adalah dengan cara manual dengan mengetiknya di software text editor misalnya notepad. Cara yang lain adalah dengan cara copy mapfile yang sudah jadi kemudian dimodifikasi. Sedangkan cara yang paling mudah adalah dengan bantuan aplikasi software untuk membuat mapfile. Ada banyak tersedia aplikasi software untuk membuat mapfile yang tersedia, misalnya: QuantumGIS, AmeiN (ArcView dan ArcGIS extensions), Gix Export Tool (ArcView extensions). Pada tulisan ini akan dibahas penggunaan Gix Export Tool dan ArcView GIS,

Sebelum menggunakan software aplikasi untuk membuat mapfile, sebaiknya pengguna paham tentang struktur mapfile karena kadang-kadang mapfile yang dibuat perlu sedikit dimodifikasi terlebih dahulu agar bisa berfungsi dengan lain.

Tahapan cara membuat dapat di-download dengan cara click link berikut Membuat MapServer Mapfile Dengan ArcView GIS dan Gix Extensions.pdf

Perobahan kemajuan teknologi yang pesat saat ini, membuat informasi berseliweran dengan cepat dan mudah. Dunia terasa menjadi sedemikian kecil karena kita dapat mengetahui informasi terkini di suatu tempat yang jauh dalam hitungan detik. Berikirim berita antar negara pun tidak lagi memerlukan kertas, amplop dan perangko, serta waktu kirim yang lama. E-mail mempermudah kita untuk menulis, tekan “send” dan kemudian e-mail kita dapat segera terbaca oleh pihak yang dituju.

Indonesia sebagai negara yang penduduknya tersebar di ribuan pulau, tentunya akan sangat terbantu dengan kemajuan teknologi ini. Negeri yang Indah, Kaya namun sarat bencana ini, akan dapat terbantu jika kita mampu memanfaatkan teknologi dunia maya untuk saling berbagi informasi.

Untuk itulah, Neo-net hadir, memanfaatkan teknologi untuk menginformasikan hasil informasi kebumian ke sulurh penjuru nusantara. Teknologi Informasi dengan basis spasial, akan dapat dipadukan menjadi sebuah pustaka besar dunia maya yang memuat banyak sekali informasi kebumian nusantara. Dia bisa jadi tempat untuk observasi real time bagi dinamika bumi Nusantara dan juga belahan dunia lainnya yang akan memiliki dampak langsung kepada Indonesia, namun dapat juga menjadi sumber informasi bagi keberadaan data, institusi kebumian bagi seluruh simpul atau node yang ada di Indonesia.

Node atau simpul dapat diartikan sebagai tempat atau sumber informasi yang secara khusus atau secara rutin mengeluarkan informasi kebumian. Misalnya: informasi bencana yang dapat dibagi kedalam simpul : Banjir, Lumpur, Gunung Berapi, Gempa Bumi, Kekeringan, Longsor, Kebakaran Hutan dan lain-lain. Atau informasi sumberdaya alam yang dapat dibagi lagi kedalam banyak hal seperti: batubara, migas, timah, besi, dan lain-lain.

Menjadi pusat informasi bukanlah pekerjaan mudah, namun dia memiliki tujuan yang mulia dan bermanfaat bagi umat manusia. Maju terus Neo-net, mari kita wujudkan apa yang menjadi cita-cita kita bersama.

Modul NEOnet In-House Training WebGIS dengan software MapServer, PotsgeSQL, PostGIS dapat di-download via internet dengan click link ini ModulTrainingWebGIS_awi.pdf.

Read the rest of this entry »

Gempa Terkini

Sebaran titik Api

RSS Informasi Gempa USGS

Kalender

February 2010
M T W T F S S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728