Apa Pengaruh Gempa Tasikmalaya terhadap Gedung BPPT
Assalamu’allaikum,
Turut berduka cita atas korban-korban meniggal dan luka-luka akibat gempa bumi kemarin.
Merilis Info dari BMKG:
Mag 7.3SR tanggal 2 Sept 2009 jam 14.55.00 WIB, lokasi 142km baratdaya Tasikmalaya, kedalaman 30km.
Apa dampaknya terhadap gedung BPPT (dan umumnya gedung2 tinggi di Jakarta?). Mag 7.3SR adalah kekuatan gempa di pusat gempa seperti rilis berita dari BMKG. Umumnya, gempa yang dirasakan oleh kita dinyatakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) dalam skala I (not felt) hingga skala X (extreme). Skala MMI juga ada kaitannya dengan akselerasi tanah yang terjadi akibat gempa. Sumber USGS menyatakan bahwa untuk daerah-daerah berikut:
MMI IV (‘light’ shaking): jakarta dskt, Banyumas, Tegal, Cilacap
MMI V (moderate shaking): Bandung dskt, Purwakarta
MMI VI (strong shaking): banjar, Pameungpeuk, Soreang,…
Bagaimana dengan kekuatan gedung BPPT? Informasi yang saya terima dari ’designer Gedung’ bahwa umumnya gedung2 di Jakarta harus tahan gempa dgn batas ground acceleration 15%g (15% x 9.81 m2/s) atau identik dengan MMI
skala VI (mohon koreksi kalau saya salah).
Untungnya gempa kemarin yang terasa di Jakarta masih dalam MMI skala IV, dengan peak ground acceleration 1.4-3.9 %g … masih cukup jauh dibawah ambang batas keamanan kekuatan struktur…. (mungkin ahli struktur di BPPT dapat memberikan masukan/koreksi mengenai hal ini) andaikata gedung2 kita berada di sekitar Tasikmalaya atau Pameungpeuk mungkin ceritanya lain….mudah2an ini tidak terjadi.
Demikian sedikit masukan mengenai gempa kemarin… mohon kiranya para pakar kebumian dan struktur dapat memberikan penjelasan tambahan ataupun koreksi dari tulisan diatas. Terima kasih.
wassalam,
Wahyu Pandoe – Balai Teknologi Survey Kelautan – BPPT
Add comment September 3, 2009
Gempa Tasikmalaya

Kembali Indonesia diguncang gempa 7,3 SR (BMKG) tanggal 2 September 2009, jam 14.55, yang berpusat di barat daya Tasikmalaya atau tepatnya pada 8.24 LS – 107.32 BT. Pusat gempa yang terjadi di selatan Pulau Jawa ini telah meluluhlantakan beberapa kota di sekitar Tasikmalaya , Cianjur, dan Ciamis-Banjar, serta beberapa kota lainnya di Jawa Barat.
Seperti biasa yang telah di jelaskan oleh para pakar kegempaan bahwa fenomena alam ini merupakan pelepasan energy sebagai proses kesetimbangan alam, akibat adanya tekanan dari tumbukan Lempeng Samudera Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. Namun kemudian dengan gempa susulan yang terjadi setelah gempa pertama 7,3 SR pada kedalaman 30 km, yang disusul oleh 2 gempa susulan dengan selang 1 jam (lihat table di bawah), diduga terjadinya sobekan baru yang berarah relative Utara Baratlaut (UBL) – Selatan Tenggara (ST), pada lapisan batuan di cekungan busur depan, system Busur Kepulauan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, yang berarah relative Utara Baratlaut (UBL) – Selatan Tenggara (ST).

Sumber : BMKG
Bila hipotesa tersebut memang betul adanya, maka tidak menutup kemungkinan bahwa sobekan tersebut telah menyebabkan pergeseran bidang sesar baru ke sampai permukaan, hanya berupa sesar mendatar, mengingat sampai sejauh ini tidak menyebabkan tsunami.
Kembali bahwa Bumi Nusantara, khususnya busur kepulauan Indonesia ini tidak akan terlepas dari bencana gempa.
Oleh : Djoko Nugroho (ahli geologi/peneliti di Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk Nusantara Earth Observation Network (NEOnet)
Add comment September 2, 2009
Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera
Kamis, 28 Mei 2009 | 18:08 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis berhasil menemukan gunung api raksasa di bawah perairan barat Sumatera. Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dan berada 330 km arah barat Kota Bengkulu.
Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.
“Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua,” kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).
(more…)
Add comment June 2, 2009
Memburu Sumber Gempa Sampai ke Moho
JAKARTA — Sepanjang 9 sampai 27 Mei lalu, kapal survei milik perusahaan raksasa minyak CGGVeritas bergerak di perairan laut di sebelah barat Sumatera, tepatnya sekitar Kepulauan Mentawai. Geowave Champion–nama kapal itu–seperti biasa menceburkan gunshot dan mengulur kawat streamer dari buritannya kalau ingin mencari sumber cadangan minyak baru.
Yang tidak biasa, streamer itu terus terulur hingga 15 kilometer. Ini terlalu panjang untuk survei mencari sumber-sumber minyak atau gas bumi yang cukup dengan streamer sampai 3 kilometer. Streamer yang terulur sampai 15 kilometer ini luar biasa panjang.
Mengitari Pulau Siberut, Sipora, dan Pagai, menyeberangi palung, dan berbelok sedikit ke investigator ridge di Samudera Hindia, kapal terus bergerak dari Padang dan kembali ke Padang sejauh 170 kilometer. Sepanjang perjalanan itu pula kapal-kapal nelayan dan rumpon kandang ikan dihalaunya demi streamer 15 kilometer seharga US$ 1 juta (lebih dari Rp 10 miliar) per kilometer itu jangan sampai ada yang rusak apalagi hilang gara-gara tersangkut. “Bagian ini sendiri sudah menjadi pekerjaan yang kompleks,” kata Satish Singh dari Institut Geofisika Paris.
(more…)
Add comment June 1, 2009
Membuat MapServer Mapfile Dengan ArcView GIS dan Gix Export Tool
Mapfile merupakan jantung MapServer yang menunjukkan lokasi data spasial dan cara menampilkan data tersebut.
Cara cepat membuat mapfile adalah dengan cara manual dengan mengetiknya di software text editor misalnya notepad. Cara yang lain adalah dengan cara copy mapfile yang sudah jadi kemudian dimodifikasi. Sedangkan cara yang paling mudah adalah dengan bantuan aplikasi software untuk membuat mapfile. Ada banyak tersedia aplikasi software untuk membuat mapfile yang tersedia, misalnya: QuantumGIS, AmeiN (ArcView dan ArcGIS extensions), Gix Export Tool (ArcView extensions). Pada tulisan ini akan dibahas penggunaan Gix Export Tool dan ArcView GIS,
Sebelum menggunakan software aplikasi untuk membuat mapfile, sebaiknya pengguna paham tentang struktur mapfile karena kadang-kadang mapfile yang dibuat perlu sedikit dimodifikasi terlebih dahulu agar bisa berfungsi dengan lain.
Tahapan cara membuat dapat di-download dengan cara click link berikut Membuat MapServer Mapfile Dengan ArcView GIS dan Gix Extensions.pdf
Add comment May 28, 2009
Meneropong Indonesia Melalui Dunia Maya
Pentingnya pusat Informasi Kebumian Indonesia
Continue Reading Add comment May 26, 2009
Modul In-Training WebGIS
Modul NEOnet In-House Training WebGIS dengan software MapServer, PotsgeSQL, PostGIS dapat di-download via internet dengan click link ini ModulTrainingWebGIS_awi.pdf.
Add comment May 26, 2009
Modul In-House Training WebGIS
Add comment May 26, 2009
2nd In House Training : MapServer, PostgreSQL/PostGIS dan MapBender
Lab Neonet akan mengadakan In HouseTraining ke-2 yaitu pelatihan internal personil NEOnet untuk WebGIS dengan
software MapServer, PostgreSQL/PostGIS dan MapBender. Training akan diadakan pada :
hari/tanggal : Selasa/26 Mei 2009
jam : 10.00 s/d selesai.
trainer : Agus Wibowo
Laporan hasil training akan disampaikan lewat blog ini juga.
Add comment May 25, 2009

