//
anda sedang membaca...
Dunia Spasial

Merespon bencana dengan Silungkang


sistem informasi bencana berbasis keruangan "Silungkang"
Apapun bencana yang melanda, Indonesia tetaplah negeri kita, tanah tumpah darah kita. Indonesia adalah negeri indah, dimana kita dan orang-orang yang kita cintai hidup bersama, sampai maut datang menjemput.

Maut.!, tidak ada yang tau dengan cara apa dia akan datang. Setelah Gempa Tasik, bencana besar di Sumatera-Barat pun menghentakkan kesadaran kita akan salah satu bentuk datangnya sang maut.

Neonet, punya tugas mulia dalam melakukan observasi kebumian di Nusantara. Tentunya dia harus berperan untuk ikut berpartisipasi memikul beban bangsa ini dengan kompetensi yang dia miliki. Dunia spasial adalah dunia yang menjadi jati diri insan di Neo-net. Setelah malalui proses berfikir dan merenung, bagaimana partisipasi kami bagi negeri, maka lahirlah sebuah sistem yang diberi nama “Silungkang”. Silungkang adalah salah satu nama daerah di Sumatera Barat, yang kami jadikan singkatan dari “Sistem Informasi peLaporan lansUNG berbasis KeruANGan”. Memang agak dipaksakan, tetapi maksud baiknya adalah agar sistem ini mudah untuk dikenang. Karena lahirnya bersamaan dengan sebuah bencana besar di ranah Minang.

Idenya sederhana. Kami ingin membuat sebuah sistem informasi yang bisa secara mudah menampung informasi pasca gempa. Informasi yang dipaparkan juga terbatas. Dia tidak membicarakan jumlah rumah yang rusak, atau berapa jumlah korban yang jatuh. Informasi yang disampaikan adalah mengenai apa yang dibutuhkan oleh penduduk yang masih hidup, agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Sampai saat ini, SMS merupakan sarana berkirim kabar yang termudah, mengingat tingkat penggunaan telepon selular memang sudah relatif cukup tinggi. Fasilitas ini sering digunakan untuk kegiatan Quick Count. Oleh karena itu, kami kemudian berinisiatif menggunakan fasilitas ini untuk mengumpulkan informasi. Para relawan dapat mengirimkan informasi kebutuhan di sebuah desa atau suatu lokasi tertentu (lat, lon), dan kemudian akan direspon oleh server dengan memberikan informasi kepada sipengirim mengenai status smsnya. Informasi ini dibatasi pada para relawan yang sudah dikenal, atau direkomendasikan oleh orang yang dikenal, sehingga kemungkinan masuknya data tidak akurat, dapat dihindari. Informasi ini, kemudian secara otomatis terpampang di dalam sebuah web interaktif berbasis keruangan.

Berbagai proses pembelajaranpun segera dilakukan. Kondisi antara rumah dan kantor menjadi semakin timpang, karena kantor pun menjadi tempat menginap sampai berhari-hari. Alhamdulillah, hasilnya pun mulai bisa dinikmati. Silungkang memang tetap saja bagaikan gading. Masih terlalu banyak hal yang perlu disempurnakan agar dia bisa menjadi aplikasi yang mampu menampung kebutuhan kita untuk menampilkan informasi secara cepat berbasis keruangan. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan. Bug hunter* juga diaktifkan agar si aplikasi memang benar-benar siap dipakai.

Dengan mengucapkan Bismillah, kami luncurkan “Silungkang (beta)” ke khalayak. Semoga bisa menjadi sedikit sumbangsih kami kepada negeri Indonesia tercinta.

Udrekh – Neonet – TISDA – TPSA – BPPT

——–
*bug hunter : teman-teman yang bertugas mencari kesasalah di dalam sistem ini.

About udrekh

Penghayal dan pemimpi

Discussion

One thought on “Merespon bencana dengan Silungkang

  1. Selamat buat teman2 di neonet. semoga Silungkang bisa exists terus dan bs berkontribusi byk ..amin

    Posted by nasri | 12/10/2009, 3:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: