//
anda sedang membaca...
Aplikasi Spasial, Sijampang

Iptek Voice : Perkembangan SIJAMPANG


Sijampang

Sijampang

SIJAMPANG sebagai sistem informasi hujan dan genangan di wilayah Jabodetabek telah cukup dikenal masyarakat luas. Aplikasi berbasis web GIS yang dibangun pada tahun 2010 ini telah dapat menginformasikan sebaran hujan berdasarkan data radar Doppler “Harimau” yang berlokasi di Serpong.

“Sijampang semacam radar yang ditempatkan dibeberapa provinsi salah satunya di Serpong, yang bisa menginformasikan tetes-tetes hujan, arah dan kecepatan angin dengan radius sekitar 105 km , informasinya sampai 16 km dari permukaan serta 3 dimensi dan sistem informasinya sendiri berbasis web,” kata Udrekh dari Marine Geoscience BPPT , dalam program Iptek Voice, 17 November 2011.

Pada tahun 2011, SIJAMPANG telah dikembangkan dan disempurnakan menjadi sistem informasi hujan dan genangan yang bersifat : partisipatif, tumbuh dan cerdas. Terinspirasi dari keberhasilan wikipedia dan wikimapia dalam mengumpulkan informasi melaui publik, sijampang mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menfinformasikan kondisi hujan, genangan maupun banjir di lingkungannya. Sistem ini bersifat tumbuh, karena tingkat akurasinya akan sangat dipengaruhi oleh semakin banyaknya data yang dikumpulkan.

Data utamanya telah dikembangkan dengan memanfaatkan data radar multi layer. Selain itu juga digunakan data AWS , tinggi muka air sungai, maupun data partisipasi publik terkait hujan dan banjir, atau data yang diperoleh dari sumber lainnya seperti koran dan radio.

Sistem ini juga telah menambahkan beberapa fitur yang diharapkan cukup mampu menarik minat masyarakat sebagai sumber informasi untuk berkunjung dan berpartisapsi melalui situs sijampang, jejaring sosial maupun telepon genggam. Sijampang on mobile, aplikasi untuk mencari tempat, dan rute, serta fasilitas diskusi / chatting antar contributor merupakan fitur baru di sijampang versi 2 ini.

Karena penekanannya memang sistem informasi partisipatif, maka sangat diupayakan bahwa masyarakat dapat memperoleh banyak manfaat dari beragam fitur yang disediakan, sehingga terbentuklah sebuah komunitas yang rajin berbagi informasi melalui sijampang. Lebih jauh lagi, dilakukan upaya kerjasama dengan beberapa kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan siaga banjir yang saat ini sudah marak dibangun di lingkungan yang sering dilanda banjir. Dengan adanya aliran informasi timbal balik dari sijampang kepada kelompok masyarakat, maka sijampang juga dapat menginformasikan kondisi terkini tinggi muka air sungai maupun status banjir di suatu tempat berdasarkan pengamatan kelompok masyarakat seperti KOMPI.

“Kita butuh informasi mengenai titik turun hujan untuk mengetahui daerah mana yang rawan banjir. Jadi ada persiapan menghadapi banjir akibat hujan tersebut. Sebelum turun hujan di daerah hulu sudah dapat informasinya, kita tinggal menunggu saja, “ kata Imam Satrio, Koordinator Lapangan Komunitas Peduli Informasi (KOMPI).

Sahabat Iptek…simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE “The Sound of Science“. (bhh/aps/humasristek)

Sumber: Iptek Voice 11 November 2011.

Selengkapnya dapat diikuti pada rekaman berikut ini:

[audio http://ristek.go.id/file/voice/2011/11/perkembangan-si-jampang-.mp3]

About httsan

lahir di indonesia, belajar di indonesia, bekerja untuk indonesia, dengan komunikasi dunia.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: