//
anda sedang membaca...
Aplikasi Spasial, Pertanian

Iptek Voice : Radar Cuaca untuk Meramal Organisme Pengganggu Tumbuhan


Radar cuaca untuk meramal OPT

Radar cuaca untuk meramal OPT

Untuk mendukung tercukupinya ketersediaan pangan diperlukan adanya ketahanan pangan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan pangan nasional. Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (PTISDA) BPPT sesuai dengan kompetensinya telah mengembangkan teknologi radar cuaca Hydrometeorological ARray for Isv-Monsoon AUtomonitoring (HARIMAU) yang mempunyai dampak besar terhadap kepentingan nasional seperti ketahanan pangan. BPPT telah mengembangkan teknologi tersebut untuk peramalan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Melalui teknologi radar ini potensi tumbuhnya hama penyakit dapat lebih cepat diketahui.

“Radar cuaca melihat objek-objek cuaca dalam hal ini seperti keberadaan awan, ketinggian awan, potensi awan menjadi hujan, jenis butiran hujan apakah ringan sedang atau lebat, dan lain-lain. Radar cuaca yang dikelola oleh BPPT di Serpong dan di Sumatera Barat khusus untuk penelitian atmosfer dan digagas atas kerjasama dengan JAMSTEC Jepang,” jelas Hartanto Sanjaya, perekayasa BPPT pada siaran Iptek Voice, 14 Maret 2012.

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman padi ada sekitar 37 macam jenisnya seperti tikus, penggereng batang, wereng batang cokelat, dll. Sedangkan OPT BLB ( hawar daun bakteri/penyakit kresek) menduduki posisi 3 sebagai OPT yang berbahaya menyebabkan daun menjadi kering.

Bakteri ini ada sejak bibit padi tumbuh dan mulai terlihat sejak umur 4 minggu padi. Daun yang terkena kresek akan rusak maka pengisian bulir menjadi tidak sempurna sehingga tingkat produksinya menurun dari yang seharusnya.

BLB sangat terpengaruh oleh kondisi iklim. Terdapat kondisi ideal bagi OTP BLB pada tingkat curah hujan dan kondisi suhu permukaan tertentu untuk tumbuh dan berkembang biak. Jangka waktu berkembangnya BLB sendiri sekitar 18-21 hari sejak menemui kondisi idealnya sehingga perkembangan BLB ini bisa diramalkan.

“Kondisi cuaca, intensitas curah hujan dan dimana lokasinya bisa diamati di radar cuaca. Dari radar cuaca kita bisa mengetahui lokasi hujan, bukan berupa laporan berupa terjadinya hujan, tapi bisa diketahui setiap titik dalam radius tertentu per 500 m dalam jangkauan radar terjadi hujan atau tidak dan intensitasnya berapa millimeter. Dari sana kita bisa tahu dengan kondisi seperti itu dapat dibuat model yang bisa menghasilkan ramalan lokasi dan kemungkinan sebaran OPT BLB yang hebat dimana saja,”kata Hartanto.

Sahabat Iptek…simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM. IPTEK VOICE “The Sound of Science“. (bhh/aps/humasristek)

Sumber: Iptek Voice 14 Maret 2012.

Selengkapnya dapat diikuti pada rekaman berikut ini:

[audio http://ristek.go.id/file/voice/2012/03/teknologi-radar-cuaca-untuk-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan(opt).mp3]

About httsan

lahir di indonesia, belajar di indonesia, bekerja untuk indonesia, dengan komunikasi dunia.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: