//
anda sedang membaca...
Aplikasi Kebumian, Geologi, Oseanografi

Iptek Voice : Berbagai Pelajaran Dari Satu Tahun Gempa Jepang


Berbagai pelajaran dari satu tahun gempa Jepang

Berbagai pelajaran dari satu tahun gempa Jepang

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari bencana gempa besar yang dialami Jepang pada Maret tahun lalu. Pengetahuan Jepang yang sedemikian banyak cukup luput dalam memperkirakan potensi gempa dan tsunami sehingga pada saat kejadian tersebut korban berjatuhan pun tidak bisa dielakkan.

Jika dibandingkan, magnitude gempa di Aceh dibanding Jepang lebih besar, panjang roadfall yang rusak sekitar 1000km dan perlu waktu 11menit untuk menyelesaikan gempanya. Sedangkan di Jepang getaran gempa berlangsung sekitar 3 menit. Dari kedua gempa ini bisa menjadi pembelajaran bahwa gempa yang berlangsung lebih dari 1 menit getarannya, bisa dipastikan bahwa gempa tersebut biasanya berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Bidang Teknologi Sumberdaya Lahan Wilayah dan Mitigasi Bencana BPPT, Udrekh, mengatakan pada saat kejadian gempa di Jepang Maret 2011, prosedur penanganan bencana tersebut dijalankan dengan baik.

“Setiap lantai dalam suatu bangunan sudah ada penanggungjawabnya, mereka langsung berganti pakaian dan melakukan koordinasi evakuasi, serta memberikan peringatan,” kata Udrekh pada siaran Iptek Voice, 20 Maret 2012.

Sementara itu, peralatan yang dimiliki Jepang baik itu data pendukung dan sensor yang ada di lapangan lebih lengkap dari Indonesia. Secara procedural manusiawi, berbagai peralatan sudah dipersiapkan dengan sangat mantap. Tapi baik magnitude maupun besarnya tsunami jauh dari perkiraan mereka. Negara semaju Jepang pun progress untuk memahami fenomena alam seperti gempa dan tsunami masih jauh mendekati sempurna.

Penanggulangan terhadap bencana gempa bumi di Jepang memang tidak hanya berkisar pada prakiraan gempa atau mobilisasi evakuasi saja. Tindakan preventif yang juga tak kalah penting adalah pembuatan bangunan yang tahan gempa.

“Dari segi gempa Jepang sudah berpengalaman disamping kemampuan perekonomiannya pun sudah cukup maju, sehingga semua bangunan yang ada di Jepang umumnya lebih tahan gempa dari bangunan di Negara lain. Contohnya, dengan magnitude 9 dan skala intensitas getaran maksimal (sekitar 7), bangunan yang rusak bisa dihitung dengan jari dan itupun bangunan lama. Jadi mereka secara bangunan tahan gempa sudah cukup maju dan menghadapi gempa pun lebih siap, tidak ada kejadian bangunan itu runtuh, kaca pecah kejatuhan platform itu baru ada,” kata Mulyo Harris, Pakar Konstruksi Tahan Gempa BPPT.

Mulyo Haris juga mengatakan, bangunan tahan gempa umumnya tahan juga terhadap tsunami asalkan tinggi air tsunami tidak lebih dari sepertiga tinggi bangunan. Di Indonesia tahun 2010 sudah diluncurkan standar nasional untuk peta gempa. Dengan adanya peraturan baru ini diharapkan bangunan baru sudah tahan gempa sedangkan bangunan lama hendaknya dievaluasi apakah masih masuk standar kriteria yang baru, dan kalau tidak harus dilakukan retrofitting untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap gempa.

Di Indonesia sendiri belum dikenal adanya suatu peredam gempa. Di Jepang sudah banyak bangunan yang menggunakan peredam tersebut.

“Konsepnya bangunan duduk diatas karet, karet inilah yang akan meredam getaran di dasar sehingga orang di bangunan tersebut tidak akan merasakan getaran gempa. Harganya memang sangat mahal, apalagi jika bangunan tersebut sudah dibangun, bisa tiga kali lipat dari harga bangunannya itu sendiri,” tambah Mulyo Harris.

Selain hal-hal diatas, pelajaran yang bisa diambil dari gempa di Jepang yaitu terutama bagaimana mentalitas harus dibangun.

”Bagaimana kita secara bersama-sama bisa menyelesaikan permasalahan tanpa perlu menunggu uluran tangan pihak lain, yang paling banyak saya lihat selama di jepang, bagaimana saat terjadi gempa masyarakat kekurangan, para penjaga toko itu membagikan selimut, makanan, dll. Dan semangat mereka menjadi lebih kuat itu besar sekali. Fokus kepada penyelesaian dan tidak saling menyalahkan. Mau berbagi dan sadar akan keadaan sekitarnya,” tambah Udrekh.

Sahabat Iptek…simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE “The Sound of Science“. (bhh/aps/humasristek)

Sumber: Iptek Voice 20 Maret 2012.

Selengkapnya dapat diikuti pada rekaman berikut ini:

About httsan

lahir di indonesia, belajar di indonesia, bekerja untuk indonesia, dengan komunikasi dunia.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: