//
anda sedang membaca...
Aplikasi Kebumian, Geologi

Iptek Voice : Gempa dari Sisi Geodesi


Gempa dari sisi Geodesi

Gempa dari sisi Geodesi

Keluarnya energi yang terkandung dari dalam bumi merupakan proses alamiah. Pergerakan lempeng bumi karena adanya energi yang keluar dari dalam membuat lempeng tektonik bergerak ada yang saling menjauh, mendekat dan saling bertabrakan.

“Jika permukaan diatas tidak bisa mampu menampung desakan energi dari bawah dan keluar secara tiba-tiba maka saat itulah terjadinya gempa,” kata Agustan, pakar di bidang gempa dan geodesi pada siaran Iptek Voice, 29 Maret 2012.

Geodesi memantau ciri-ciri suatu perubahan permukaan, dan tanda-tanda gempa terjadi karena adanya perubahan deformasi permukaan di bumi. Tujuan dari hasil pantauan geodesi mencoba mengkaitkan antara stress akumulasi tekanan energi dengan tingkat stress drop atau kemampuan permukaan untuk menampung tekanan tersebut.

“Umur batuan, semakin tua semakin mampu untuk menahan. Di Indonesia, lengkungan Sunda masih muda sekitar 60 jtua tahun dibanding di daerah Jepang yang jauh lebih tua. Untuk gempa dengan skala kecil dibawah 4 mungkin terjadi setiap hari, minimal 30 kali untuk merelase energi-energi,” ujar Agustan.

Dari stress energi, kekuatan gempa bisa dikalkulasi. Hal ini bergantung pada luasan daerah yang kemungkinan terkunci energinya dan kecepatan subduksi. “Dengan akumulasi tersebut bisa kita estimasi kekuatan gempanya. Kemungkinan terjadinya diprediksi umumnya sampai 30 tahun ke depan seperti yang dilakukan di Jepan,” tambah Agustan.

Agustan mengatakan, akibat dari suatu gempa pasti akan terjadi perubahan deformasi. Deformasi ini ada tiga macam, pre-seismic deformation, dimana perubahan lempeng mengikuti arah dorongan, coseismic deformation dimana perubahan lempeng berlawanan arah dengan pendorong, post-seismic deformation dimana perubahan lempeng kembali seperti semula yang biasanya membutuhkan rentang waktu yang cukup lama.

“Untuk menjawab pertanyaan kapan terjadinya suatu gempa berbagai pengamatan terus dilakukan baik itu di darat maupun di laut termasuk dari sisi geodesi. Kini bahkan ada penelitian ocean buttom yang meneliti perubahan dasar permukaan laut. Kita berharap ini menjadi peluang untuk dapat meningkatkan pengetahuan ilmuwan di bidang gempa,” kata Agustan.

Sahabat Iptek…simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Kamis pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM. IPTEK VOICE “The Sound of Science“. (bhh/aps/humasristek)

Sumber: Iptek Voice 29 Maret 2012.

Selengkapnya dapat diikuti pada rekaman berikut ini:

About httsan

lahir di indonesia, belajar di indonesia, bekerja untuk indonesia, dengan komunikasi dunia.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: