//
anda sedang membaca...
Aplikasi Spasial, Atmosfer

Meteor, Kubah Pemantau Cuaca – Koran Tempo


Kubah Pemantau Cuaca Serba Bisa

Kubah Pemantau Cuaca Serba Bisa

KORAN TEMPO, JAKARTA ā€“ Memiliki senjata paling canggih adalah impian militer di seluruh dunia, dari senapan teknologi terbaru, rudal paling akurat, hingga pesawat tempur paling cepat, semua harus dikuasai. Begitupun dalam ilmu penelitian cuaca, penguasaan teknologi paling canggih adalah hal mutlak.

Sejak Oktober tahun lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga mendapatkan peralatan pengamatan cuaca paling canggih, yaitu radar polarisasi ganda Meteor 50DX. Teknologi yang tertanam dalam radar hibah dari Japan Agency for Marine Earth Science and Technology (JAMSTEC) itu merupakan inovasi baru, sehingga hanya sedikit negara yang sudah memilikinya.

“Di Asia Tenggara, hanya Indonesia yang mempunyai radar polarisasi ganda,” ujar Fadli Syamsudin, manajer proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development-BPPT, pertengahan Maret lalu.

Teknologi kutub ganda, seperti yang terdapat pada Meteor 50DX, adalah realisasi impian para pemantau cuaca. Dalam satu dekade terakhir, insinyur berupaya membuat radar yang bisa memancarkan gelombang radio dalam dua pulsa berbeda.

Hal ini bisa diibaratkan seperti senapan laras ganda yang bisa melepaskan dua peluru dalam waktu bersamaan. Radar konvensional hanya bisa melepaskan satu “peluru” dalam sekali tembakan.

Dua pulsa radio dipakai untuk mengetahui dimensi benda yang melayang di udara. Jika radar konvensional hanya bisa membaca jarak dan sebaran material, radar kutub ganda bisa membaca jarak dan ukuran dua dimensi setiap material di udara.

Bentuk radar sendiri tak jauh berbeda dengan radar kebanyakan, yaitu terdiri atas antena parabola. Hanya, radar Meteor 50DX memiliki generator listrik sendiri dan dilengkapi roda. Radar ringkas ini bisa ditarik dan dipakai di semua tempat.

Peneliti cuaca dari BPPT, Ardhi Adhari Arbain, menjadi satu di antara sedikit orang yang bisa menjajal kemampuan radar ini sejak alat itu didatangkan ke Indonesia. Setelah melampaui pemeriksaan dan uji coba awal di Danau Bogor Raya, ia bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan pengamatan intensif selama Desember.

Artikel selengkapnya di Koran Tempo 10 April 2012.

About httsan

lahir di indonesia, belajar di indonesia, bekerja untuk indonesia, dengan komunikasi dunia.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: